Rabu, 04 Maret 2026

Putri dari Negeri Cermin

 

Putri dari Negeri Cermin

Prolog: Retakan Pertama


SUARITOTO-  Di balik dunia yang kita kenal, tersembunyi sebuah negeri yang hanya bisa dilihat melalui pantulan air yang tenang atau cermin yang retaknya sempurna. Negeri itu bernama Miravelle.


Miravelle adalah dunia pantulan. Gunung-gunungnya berkilau seperti kaca, sungainya mengalir seperti perak cair, dan langitnya berwarna lembut seperti fajar abadi.


Namun ada satu aturan penting di sana:


Jika cermin di dunia manusia pecah oleh kebencian, retakannya akan muncul di Miravelle.


Dan suatu hari… retakan besar muncul di langitnya.


Bab 1: Gadis yang Takut Berkaca


Di sebuah kota kecil, hiduplah seorang gadis bernama Kirana. Ia cerdas dan baik hati, tetapi sering merasa tidak percaya diri.


Ia tidak suka bercermin.


Baginya, cermin selalu menunjukkan kekurangan.


Suatu malam, saat hujan turun pelan, Kirana melihat bayangannya di genangan air.


Namun bayangan itu… tersenyum lebih dulu.


Kirana terkejut dan mundur.


Air itu bergetar, membentuk pusaran cahaya.


Sebelum sempat berteriak, ia tersedot masuk ke dalamnya.


Bab 2: Dunia yang Memantulkan Jiwa


Kirana terbangun di padang rumput berkilau.


Langit di atasnya retak seperti kaca pecah.


Seorang pemuda berjubah perak berdiri di depannya.


“Aku Luthan, penjaga gerbang Miravelle.”


“Apa ini mimpi?” tanya Kirana gemetar.


“Tidak,” jawab Luthan. “Kau adalah Putri Pantulan.”


Kirana tertawa gugup. “Aku bukan putri.”


“Bukan putri mahkota,” kata Luthan. “Tapi putri jiwa. Hanya seseorang yang belum menerima dirinya yang bisa memasuki Miravelle.”


Bab 3: Retakan di Langit


Luthan menjelaskan bahwa retakan besar di langit Miravelle berasal dari dunia manusia.


Semakin banyak orang membenci diri sendiri atau saling menyakiti, semakin besar retakan itu.


“Jika retakan mencapai inti langit, Miravelle akan runtuh,” katanya.


“Kenapa aku?” tanya Kirana.


“Karena kau berada di perbatasan—antara menerima dan menolak dirimu sendiri.”


Bab 4: Istana Seribu Bayangan


Mereka menuju pusat Miravelle—Istana Seribu Bayangan.


Istana itu memiliki ribuan cermin tinggi, masing-masing memantulkan kemungkinan berbeda dari seseorang.


Di salah satu cermin, Kirana melihat dirinya sebagai gadis percaya diri.


Di cermin lain, ia melihat dirinya yang terus bersembunyi.


“Aku tidak seperti itu,” katanya pelan.


“Semua itu adalah bagian darimu,” jawab Luthan.


Bab 5: Ratu Retakan


SUARITOTO-   Sumber retakan ternyata berasal dari makhluk bernama Veyra—mantan penjaga Miravelle yang berubah menjadi Ratu Retakan.


Ia dulunya manusia yang tidak pernah menerima dirinya sendiri.


Kebenciannya tumbuh hingga menciptakan bayangan gelap.


“Aku hanya menunjukkan kebenaran,” kata Veyra.

“Manusia tidak pernah puas pada dirinya.”


Ia memegang Tongkat Pecahan—alat yang bisa memperbesar retakan.


Bab 6: Labirin Refleksi


Untuk menghadapi Veyra, Kirana harus melewati Labirin Refleksi—tempat ia melihat semua ketakutannya.


Ia melihat dirinya diejek.

Ia melihat dirinya gagal.

Ia melihat dirinya sendirian.


Ia hampir menyerah.


Namun di tengah labirin, ia menemukan cermin kecil yang memantulkan kenangan indah—tawa bersama teman, pelukan ibunya, keberhasilan kecil yang pernah ia raih.


Ia sadar: selama ini ia hanya fokus pada retakan kecil, bukan keseluruhan gambarnya.


Bab 7: Pertemuan Dua Pantulan


Di aula utama istana, Kirana menghadapi Veyra.


“Apa kau datang untuk menghancurkanku?” tanya Veyra.


Kirana menggeleng.

“Aku datang untuk mengerti.”


Veyra terdiam.


Kirana melangkah mendekat meski langit di atas mereka hampir pecah.


“Aku juga pernah merasa tidak cukup,” katanya jujur.

“Tapi jika kita hanya melihat kekurangan, kita tak pernah melihat cahaya.”


Tongkat Pecahan mulai bergetar.


Retakan di langit berhenti melebar.


Bab 8: Cermin yang Utuh


Alih-alih melawan, Kirana merangkul Veyra.


Cahaya lembut muncul dari tubuhnya.


Retakan di langit perlahan menyatu.


Miravelle kembali bersinar.


Veyra berubah kembali menjadi penjaga biasa—bebas dari bayangan gelapnya.


Luthan tersenyum.

“Kau tidak memperbaiki langit dengan kekuatan. Kau memperbaikinya dengan penerimaan.”


Epilog: Pantulan Baru


Kirana kembali ke dunianya.


Hujan masih turun pelan.


Ia berdiri di depan cermin kamar.


Untuk pertama kalinya, ia tersenyum lebih dulu.


Cermin itu tidak lagi terasa seperti musuh.


Karena ia tahu—


Cermin hanya memantulkan apa yang kita pilih untuk lihat.


Dan jauh di Miravelle, langit berkilau tanpa retakan.


Karena seorang gadis akhirnya menerima dirinya sendiri.


✨ Pesan Dongeng:

Menerima diri sendiri adalah langkah pertama untuk menyembuhkan dunia.





👉 Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar