Negeri di Balik Pintu Awan
Prolog: Pintu yang Tidak Terlihat
SUARITOTO- Di atas pegunungan tertinggi, lebih tinggi dari burung elang terbang, tersembunyi sebuah negeri yang tidak dapat dilihat manusia biasa. Negeri itu hanya muncul ketika kabut membentuk lingkaran sempurna dan matahari menyentuhnya dengan cahaya pagi.
Namanya adalah Caeloria.
Caeloria adalah negeri yang berdiri di atas awan. Istana-istananya terbuat dari batu putih berkilau, dan taman-tamannya dipenuhi bunga yang bisa menyanyi ketika disentuh angin.
Di tengah negeri itu berdiri Pohon Langit—pohon raksasa yang akarnya menjulur ke dunia manusia dan cabangnya menyentuh bintang.
Namun suatu hari, daun-daunnya mulai gugur.
Bab 1: Anak Penjual Layang-Layang
Di desa kecil di kaki gunung, hiduplah seorang anak bernama Damar. Ia membantu kakeknya menjual layang-layang berwarna-warni.
Damar sangat menyukai langit. Ia sering berkata,
“Suatu hari aku ingin menyentuh awan.”
Kakeknya tersenyum.
“Langit akan mendekat jika hatimu cukup ringan.”
Suatu pagi, saat Damar mengejar layang-layangnya yang putus, ia mendaki gunung lebih tinggi dari biasanya.
Kabut turun perlahan.
Dan di tengah kabut itu… muncul sebuah pintu dari cahaya.
Bab 2: Gerbang Caeloria
Damar melangkah tanpa berpikir panjang.
Tiba-tiba ia berdiri di jembatan awan.
Di hadapannya terbentang negeri Caeloria.
Namun bukan pemandangan indah yang ia lihat pertama kali.
Langit di atas negeri itu retak seperti kaca. Beberapa awan berubah gelap.
Seorang gadis berjubah perak mendekatinya.
“Aku Althea,” katanya. “Penjaga Pohon Langit.”
Damar terdiam kagum.
“Kenapa aku bisa melihat tempat ini?”
“Karena Pohon Langit memilihmu.”
Bab 3: Pohon yang Melemah
Althea membawa Damar ke pusat negeri.
Pohon Langit yang dulu bersinar kini tampak pucat. Daun-daunnya gugur seperti hujan sunyi.
“Akarnya yang menjulur ke dunia manusia terluka,” jelas Althea.
“Manusia mulai melupakan langit. Mereka tak lagi berharap atau bermimpi.”
“Bagaimana cara menyembuhkannya?” tanya Damar.
“Akarnya harus disentuh oleh seseorang dari dunia manusia yang masih percaya.”
Semua penjaga Caeloria mencoba, tetapi tak satu pun berhasil.
Karena mereka bukan manusia.
Bab 4: Bayangan di Balik Awan
Namun masalahnya tak sesederhana itu.
Seseorang memanfaatkan kelemahan Pohon Langit.
Ia adalah Arkhiel, mantan penjaga Caeloria yang merasa dunia manusia tak lagi pantas terhubung dengan langit.
Ia menciptakan awan gelap bernama Nebrath untuk memutus akar Pohon Langit sepenuhnya.
“Jika akar terputus,” katanya, “Caeloria akan hidup sendiri. Tanpa gangguan manusia.”
Namun tanpa akar itu, Caeloria akan kehilangan sumber kekuatannya.
Bab 5: Perjalanan ke Ujung Akar
SUARITOTO- Damar memutuskan turun melalui akar Pohon Langit menuju dunia manusia.
Perjalanannya seperti meluncur di sungai cahaya.
Ia melihat kenangan manusia—anak yang berhenti menggambar, orang dewasa yang berhenti bermimpi, desa yang kehilangan harapan.
Damar sadar: bukan langit yang menjauh.
Manusialah yang berhenti melihat ke atas.
Ia tiba di desa asalnya.
Desanya tampak biasa saja. Namun suasananya terasa lebih sunyi.
Ia melihat kakeknya duduk tanpa membuat layang-layang lagi.
Bab 6: Layang-Layang Harapan
Damar memutuskan melakukan hal sederhana.
Ia membuat layang-layang terbesar yang pernah ada.
Ia mengajak anak-anak desa bermain lagi.
Awalnya mereka ragu.
Namun saat layang-layang itu terbang tinggi, anak-anak mulai tertawa.
Orang dewasa berhenti sejenak dari kesibukan mereka dan menatap langit.
Sesuatu berubah.
Akar Pohon Langit mulai bersinar.
Bab 7: Pertempuran di Langit
Arkhiel muncul di langit sebagai sosok berjubah awan hitam.
“Kau pikir tawa kecil bisa menyelamatkan dunia?” katanya sinis.
Nebrath menyebar, mencoba menelan layang-layang Damar.
Namun cahaya dari akar yang kembali hidup menembus awan gelap.
Althea dan para penjaga Caeloria turun membantu.
“Langit dan manusia tidak bisa dipisahkan!” teriak Damar.
Ia memegang benang layang-layang erat-erat.
Layang-layang itu berubah menjadi cahaya besar yang menembus Nebrath.
Arkhiel jatuh berlutut.
Ia melihat kembali kenangan masa kecilnya—saat ia pertama kali mencintai langit.
Awan gelap pun menghilang.
Epilog: Negeri yang Terhubung
Pohon Langit kembali hijau dan kuat.
Caeloria bersinar lebih terang dari sebelumnya.
Namun Damar memilih kembali ke desa.
Ia tidak menjadi penjaga langit.
Ia menjadi pengingat bagi manusia.
Sejak hari itu, festival layang-layang diadakan setiap tahun.
Dan setiap kali layang-layang terbang tinggi, pintu Caeloria terbuka sedikit—cukup untuk mengingatkan bahwa langit selalu terhubung dengan hati manusia.
Karena selama masih ada yang bermimpi…
Pintu awan tak akan pernah tertutup.
✨ Pesan Dongeng:
Harapan dan mimpi adalah akar yang menghubungkan manusia dengan keajaiban.
π Situs Game Online Terbesar & Terpercaya SERVER THAILAND


Tidak ada komentar:
Posting Komentar