Rabu, 07 Januari 2026

Penyesalan Venna Melinda Tak Sempat Wujudkan Permintaan Almarhum Ayahnya

 

Menurut Venna Melinda, keinginan mendiang sebenarnya simpel: ingin nikmati kebersamaan dengan anak dan cucu dalam perjalanan singkat ke luar kota.

BERITA,NESIA         

Jakarta - Duka menyelimuti Venna Melinda yang baru saja kehilangan ayah tercinta, Jimmy Rekartono, untuk selamanya pada Selasa (6/1/2026). Kepergian sang ayah menyisakan penyesalan mendalam bagi ibunda Verrell Bramasta tersebut.


Venna Melinda mengungkap, almarhum pernah menyampaikan keinginannya. Namun ia belum dapat mewujudkan karena ada aktivitas lain. Bentrok jadwal kala itu tak bisa dihindari. Venna Melinda menjelaskan, kala itu harus mendampingi putri bungsunya yang memiliki agenda penting.


"Papa sempat minta sekeluarga semua jalan bareng belum lama ini ke Bandung, Jawa Barat. Cuma aku enggak bisa," kata Venna Melinda di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/1/2026).


"Aku enggak bisa meninggalkan Vania, karena persiapan dia itu sudah sangat matang dan perlombaan. Tidak bisa ditinggal," ia menambahkan.


Menurut Venna Melinda, keinginan mendiang sebenarnya sangat sederhana yakni ingin menikmati kebersamaan hangat dengan anak dan cucu dalam sebuah perjalanan singkat ke luar kota.

"Padahal dia pingin banget ngerasain naik kereta cepat, dia pengin duduk di kursi yang ada pijatnya, ada karaokenya. Kita sudah plan begitu," beri tahu Venna Melinda.


Sempat berusaha mencari solusi, Venna Melinda berniat menyusul rombongan keluarga ke Bandung. Namun, situasi dan keterbatasan waktu membuat rencana tersebut akhirnya didiskusikan ulang lalu dibatalkan.


"Karena waktunya sempit akhirnya rencana pergi keluarga tidak jadi. Kita sampai voting, aku bilang 'Aku enggak bisa Pa, karena Venna mesti nemenin Vania lomba nyanyi.' Terus Papa ngomong di grup, 'Kan sama Papa enggak tahu sampai umur berapa', gitu," kenang Venna Melinda.

Kurang Waktu Bersama Papa

Venna Melinda mengaku dilema saat itu karena harus membagi waktu dan prioritas antara berbakti pada orang tua dan tanggung jawabnya membesarkan anak.


"Aku bilang enggak bisa waktu itu. Ya itu aku mau banget karena merasa kurang waktunya sama Papa, tapi aku enggak bisa tinggalkan Vania," tuturnya.

Aku Sesali Sampai Sekarang

Kini, kesempatan untuk membahagiakan ayah dengan liburan bersama telah hilang seiring kepergiannya menghadap Sang Khalik. Venna Melinda meluapkan kesedihannya karena gagal memenuhi permintaan terakhir orang yang sangat dicintainya itu.


"Itu yang aku sesali sampai sekarang. Aku belum bisa membahagiakan Papa," ujar bintang sinetron Bella Vista. Di mata Venna Melinda, Jimmy Rekartono bukan sekadar orang tua, melainkan garda terdepan yang membelanya saat menghadapi berbagai badai rumah tangga yang pelik.

Papa Orang Nomor Satu

Venna Melinda mengenang bagaimana sang ayah selalu menjadi pelindung utamanya saat ia terpuruk menghadapi masalah perceraian maupun kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


"Papa orang nomor satu yang belain aku saat cerai dan KDRT. Dia yang selalu hubungi aku. Aku ngerasa kehilangan banget. Sekarang aku cuma tinggal punya Mama. Berasa banget ternyata kehilangan orang tua," ucap Venna Melinda.

📰 Penyesalan Venna Melinda Tak Sempat Wujudkan Permintaan Almarhum Ayahnya


Artis sekaligus politisi Venna Melinda tengah berduka setelah ayah tercintanya, Jimmy Rekartono, meninggal dunia pada Selasa, 6 Januari 2026. Kepergian sang ayah meninggalkan rasa sedih dan penyesalan mendalam bagi Venna karena ada satu permintaan sederhana dari almarhum yang belum sempat ia wujudkan

Kabar duka ini ramai diwartakan setelah Venna membagikan momen mengantarkan sang ayah ke peristirahatan terakhirnya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/1/2026), di mana ia terlihat tak kuasa menahan air mata.

🤍 Permintaan Sederhana yang Tak Terwujud


Menurut Venna, keinginan terakhir ayahnya sangat sederhana — ia ingin sekeluarga pergi bersama dalam sebuah perjalanan singkat ke luar kota untuk menikmati kebersamaan

“Papa sempat minta sekeluarga semua jalan bareng belum lama ini ke Bandung, Jawa Barat. Cuma aku enggak bisa,” demikian cerita Venna.

Rencana itu melibatkan aktivitas ringan seperti naik kereta cepat, duduk di kursi pijat, serta karaoke bersama keluarga — hal yang menurut Venna sangat diidamkan sang ayah.

Namun, pada waktu itu, Venna tidak bisa menghadirinya karena harus mendampingi putri bungsunya, Vania Athabina, yang memiliki agenda penting dan tak dapat ditinggalkan

😔 Dilema & Penyesalan Venna


Venna mengaku sempat mencoba mencari solusi — bahkan berencana menyusul rombongan keluarga ke Bandung — tetapi karena keterbatasan waktu dan kebutuhan prioritas keluarga, rencana itu akhirnya tidak jadi terlaksana

“Malah dia bilang di grup keluarga, ‘Kan sama Papa enggak tahu sampai umur berapa…’,” kenang Venna, sambil mengungkapkan kekecewaannya karena belum sempat mewujudkan keinginan sederhana itu.

Kini, Venna menyatakan itu adalah salah satu hal yang ia sesali sampai sekarang, karena kesempatan membahagiakan ayahnya lewat rencana tersebut tak lagi mungkin dilakukan.

💔 Kehilangan Seorang Pelindung


Selain soal perjalanan yang tak sempat terjadi, Venna juga mengungkap betapa pentingnya sosok sang ayah dalam kehidupannya:

Ayahnya selalu menjadi penopang utama ketika ia menghadapi badai kehidupan — termasuk masa-masa sulit seperti perceraian dan pengalaman kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Ia menggambarkan ayahnya sebagai orang nomor satu yang selalu melindungi dan membelanya tanpa syarat.

Kehilangan sosok itu membuat Venna merasa sangat terpukul — terutama karena kini ia hanya tinggal bersama sang ibu setelah kepergian sang ayah.

📍 Suasana Duka di Rumah Duka


Suasana haru tak hanya dirasakan Venna sendiri, tetapi juga oleh keluarga yang lain. Saat tiba di rumah duka — dengan mengenakan busana serba hitam — Venna tampak menahan isak tangis yang pecah ketika prosesi pemakaman sang ayah dimulai.

Putri bungsu Venna, Vania Athabina, juga setia mendampingi ibunya sepanjang upacara pemakaman di TPU Jeruk Purut, menggambarkan kebersamaan keluarga di tengah duka.

📌 Inti Artikel


✔️ Venna Melinda kehilangan ayahnya, Jimmy Rekartono, pada 6 Januari 2026.

✔️ Ayahnya sempat mengungkap rencana sederhana pergi bersama ke luar kota, yang sayangnya tak sempat terlaksana karena jadwal bentrok keluarga

✔️ Venna merasa sangat menyesal karena gagal mewujudkan permintaan tersebut sebelum ayahnya meninggal.

✔️ Ia juga mengenang betapa besar peran ayahnya sebagai pelindung dalam hidupnya.

✔️ Suasana pemakaman penuh haru dengan kehadiran keluarga yang tak kuasa menahan duka

✨ Kesimpulan:

Kisah ini bukan sekadar tentang kehilangan, tetapi juga tentang dilema dan penyesalan yang sering dialami saat seseorang ingin melakukan yang terbaik untuk orang yang dicintai — namun waktu dan keadaan tak selalu berpihak. Venna Melinda kini menyimpan kenangan tersebut sebagai motivasi untuk lebih menghargai setiap momen bersama orang tua dan keluarga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar