Luna Maya kembali jadi Suzzanna dalam Suzzanna: Dosa di Atas Dosa karya sineas Azhar Kinoi Lubis. Dalam film itu, ia adu akting dengan Reza Rahadian.
BERITA,NESIA
Jakarta - Luna Maya kembali menjadi Suzzanna di layar lebar dalam Suzzanna: Dosa di Atas Dosa karya sineas Azhar Kinoi Lubis. Dalam film yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026 ini, ia beradu akting dengan aktor peraih Piala Citra Reza Rahadian.
Ini bukan kali pertama Luna Maya memerankan Suzzanna. Sebelumnya, Nyonya Maxime Bouttier membintangi film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon yang masing-masing mendulang 3 jutaan dan 2 jutaan penonton.
Meski bukan kali pertama menjelma Suzzanna, Luna Maya mengaku jilid Dosa di Atas Dosa paling menyenangkan sekaligus bikin plong. Bukan hanya dari aspek desain produksi, naskah Suzzanna: Dosa di Atas Dosa terasa “lebih manusia.”
“Kalau boleh cerita sedikit, aku lebih senang karena enggak jadi hantu. Enggak menjadi Sundel Bolong lagi. Di sini Suzzanna berperan sebagai manusia, full dari awal sampai akhir,” Luna Maya membocorkan.
Dalam film Santet versi klasik, mendiang Suzzana memerankan Katemi. Film ini sukses besar di bioskop Indonesia. Kini, Luna Maya jadi Suzzanna, yang dalam trailer, menjadi korban kezaliman para pemegang kekuasaan. Ia lantas menuntut balas.
“Itu yang membedakan dari film-film sebelumnya. Saya bisa me-recall dan lebih menyelami karakternya. Dialek coach juga ada. (Saya) mendengarkan lagi bagaimana beliau bicara. Bunda Suzzanna punya satu ciri khas saat berdialog,” katanya.
Satu-satunya Film Luna Maya di 2026?
Kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026), Luna Maya menyebut semasa hidupnya, Suzzanna punya cara khusus dalam melafalkan konsonan tertentu. Itu salah satu panduan Luna Maya selama syuting.
Dalam kesempatan itu, Luna Maya merespons kabar Suzzanna: Dosa di Atas Dosa satu-satunya film yang dirilisnya tahun ini. “Bisa dibilang Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa satu-satunya film saya. Sampai sekarang, belum ada rencana apa-apa,” akunya.
Individu dan Dunianya
Salah satu yang disorot publik, poster Suzzanna: Dosa di Atas Dosa beda jika dibandingkan dengan Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon. Poster dua film sebelumnya hanya menampilkan wajah Luna Maya sebagai Suzzanna.
Produser Sunil Soraya menjelaskan, poster Suzzanna: Dosa di Atas Dosa berkonsep kolase. “Saya mencoba menceritakan ini bukan hanya satu individu tapi dunianya. Jadi lebih luas,” beri tahu Sunil Soraya.
Terangnya Dari Api
Poster Suzzanna: Dosa di Atas Dosa adalah karya kolaborator Soraya Intercine Films yang berbasis di Los Angeles, AS, bernama John. Kolaborator ini pernah mendesain dua film laris yakni 5 Cm dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wicjk.
“Kalau dilihat, posternya penuh dengan kegelapan. Terangnya hanya dari api,” tutup Sunil Soraya. Ini pula yang akan tergambar dalam film. Suzzanna: Dosa di Atas Dosa satu dari enam film Indonesia yang akan tayang pada libur Lebaran 2026.
🎬 Luna Maya Bocorkan Perannya di Suzzanna: Dosa di Atas Dosa, Bahagia Akhirnya “Enggak Jadi Setan Lagi”
Jakarta — Aktris Luna Maya kembali dipercaya memerankan sosok legendaris Suzzanna dalam film berjudul Suzzanna: Santet, Dosa di Atas Dosa. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026 bertepatan dengan libur Lebaran, dan menjadi salah satu film horor paling dinanti tahun ini.
Dalam sesi wawancara bersama media menjelang perilisan trailer, Luna Maya membocorkan hal menarik tentang perannya dalam film ini. Berbeda dari dua film Suzzanna sebelumnya, kali ini karakter Suzzanna tidak lagi tampil sebagai hantu sundel bolong, melainkan sebagai manusia dari awal hingga akhir cerita.
🧠 Peran yang Lebih “Manusiawi”
Luna Maya menyatakan bahwa ia merasa lebih senang dan plong memerankan Suzzanna dalam film ini karena karakter tersebut sepenuhnya manusia — bukan sosok supernatural yang selama ini identik dengan cerita Suzzanna. Hal ini memberikan ruang baginya untuk menyelami emosi dan perjalanan hidup karakter secara lebih mendalam.
“Kalau boleh cerita sedikit, aku lebih senang karena enggak jadi hantu. Enggak menjadi Sundel Bolong lagi. Di sini Suzzanna berperan sebagai manusia, full dari awal sampai akhir,” ujar Luna kepada wartawan.
Pendekatan ini juga memberi Luna peluang baru untuk menggali sisi emosional karakter tersebut, bukan hanya sekadar kostum atau penampilan visual khas horor. Dia bahkan mendalami ciri khas suara dan dialek yang pernah digunakan oleh Suzzanna asli agar perannya terasa lebih otentik.
🎥 Tantangan dan Persiapan Karakter
Meski demikian, Luna tetap berusaha menghormati warisan ikonik Suzzanna dalam perfilman Indonesia. Ia melakukan latihan vokal dan mendengarkan ulang dialog serta intonasi khas Suzzanna untuk menyerap nuansa yang melekat pada karakter tersebut.
Film ini juga menjadi proyek utama Luna Maya pada tahun 2026. Ia menyebut Suzzanna: Santet, Dosa di Atas Dosa kemungkinan besar merupakan satu-satunya film layar lebar yang dibintanginya sepanjang tahun ini, karena ia belum memiliki rencana lain saat ini.
💥 Sinopsis Singkat dan Pendekatan Baru
Suzzanna: Santet, Dosa di Atas Dosa menghadirkan kisah yang berbeda dari film-film sebelumnya. Film ini mengangkat narasi tentang Suzzanna yang menjadi korban kezaliman dan kemudian berjuang untuk balas dendam, bukan sekadar penampakan hantu seperti yang dikenal selama ini
Pendekatan ini dikembangkan agar karakter dapat dipahami sebagai individu dengan pengalaman kehidupan dan konflik batin, sehingga memberi kedalaman emosional lebih kuat kepada penonton
🎭 Kolaborasi dengan Reza Rahadian
Selain Luna Maya, film ini juga dibintangi oleh aktor Reza Rahadian sebagai lawan main. Kehadiran Reza sebagai pemeran utama pria memperkuat ekspektasi akan kualitas akting dan chemistry yang kuat sepanjang film
🎞️ Penayangan dan Harapan Publik
Film Suzzanna: Santet, Dosa di Atas Dosa dirilis oleh Soraya Intercine Films, dan dengan transformasi karakter yang kini lebih manusiawi, Luna berharap film ini dapat memberikan pengalaman horor yang berbeda namun tetap menghormati legacy asli Suzzanna — ikon horor legendaris Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar