Kamis, 29 Januari 2026

Ammar Zoni Selalu Bawa Barang Ini Saat Sidang Kasus Narkoba, Curhat Sulit Bertemu Keluarga


 Berserah kepada Sang Khalik selama menjalani sidang kasus peredaran narkoba di rutan, Ammar Zoni selalu membawa tasbih sebagai sumber kekuatan.

BERITA,NESIA       

jakarta - Suasana haru bercampur tegang mewarnai selesainya sidang kasus narkoba Ammar Zoni, terkait dugaan peredaran narkotika dalam rutan. Di tengah kerumunan wartawan yang menanti, Ammar Zoni terlihat membawa tasbih yang selalu digenggam.


Saat ditanya mengenai kebiasaan barunya itu, Ammar Zoni membenarkan benda tersebut tak pernah lepas dari tangannya tiap kali menghadiri sidang. Ammar Zoni mengaku hanya mencoba berserah sambil terus berdoa agar proses hukum yang dijalani bisa berakhir dengan adil.


"Ya," jawab Ammar Zoni tentang tasbih yang dibawanya, usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Kamis (29/1/2026).


Namun, ketenangan Ammar Zoni sempat terusik karena terjadi insiden kecil saat petugas mencoba menggiring kembali ke ruang tahanan pengadilan. Ia langsung bereaksi dan memprotes perlakuan petugas yang mendorongnya.


"Kenapa kamu dorong-dorong? Hah? Kenapa begitu? Saya sudah capai banget. Saya berharap bisa ketemu keluarga, karena selama ini cuma bisa ketemu di sini (pengadilan), dan sekarang sudah mau ditarik lagi?" seru Ammar Zoni.


Di balik emosinya yang memuncak, tersimpan ketakutan besar dalam benak Ammar Zoni mengenai nasib penahanannya di masa depan. Ia menyampaikan permohonan agar tidak dikembalikan ke Nusakambangan.


"Saya pribadi memohon agar tidak dikembalikan lagi ke Nusakambangan. Bagi saya, itu tidak proporsional. Saya bukan penjahat besar yang hidupnya harus dihancurkan seolah-olah seperti itu. Saya berharap keadilan bisa terbuka," ia menyambung.

Tidak Ada

Ammar Zoni juga mengeluhkan sulitnya akses bertemu orang-orang terdekat yang menjadi sistem pendukungnya saat ini. Ia merasa hak-haknya sebagai warga binaan untuk mendapat kunjungan keluarga dibatasi dan berharap ada kebijakan dari pihak berwenang.


"Tidak ada. Dari semua hal ini, kami sangat berharap Pak Dirjen bisa memberikan waktu dan kesempatan agar kuasa hukum serta orang terdekat saya bisa datang bertemu. Saya berharap Pak Dirjen mau melihat hal ini," tutur Ammar Zoni.

Berikan Kesempatan

Keterbatasan waktu pertemuan ini membuatnya sangat rindu kehadiran keluarga, terutama adik-adiknya yang jarang bisa membesuk. Ammar Zoni menekankan, pertemuan dengan keluarga adalah sumber kekuatannya agar tidak rapuh menghadapi vonis yang akan dijatuhkan nanti.


"Berikan kesempatan bagi saya untuk bertemu keluarga dan orang terdekat. Sampai saat ini, saya belum diberi waktu bertemu mereka, kecuali dengan kuasa hukum dan adik saya—itu pun adik saya jarang bisa berkunjung. Makanya saya berharap demikian," jelas Ammar Zoni.

Mereka Yang Paling Penting

Dalam kesempatan itu, Ammar Zoni menyebut beberapa sosok yang setia mendampingi melewati masa-masa kelam, termasuk dokter Kamelia yang rutin memantau kesehatannya.


"Makanya saya berharap Dirjen bisa melihat ini. Saya saat ini cuma punya Matuo, Ibu, dan Dokter Kamelia. Mereka yang paling penting saat ini, yang mengurus dan berjuang untuk saya," pungkas Ammar Zoni..

⚖️ Ammar Zoni Selalu Bawa Ini Saat Sidang Kasus Narkoba, Curhat Sulit Bertemu Keluarga


Jakarta — Aktor Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan peredaran narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam beberapa persidangan terakhir, Ammar tampak menyiapkan mental dan memperlihatkan sikap yang menjadi perhatian media dan publik.

🧿 Pegang Tasbih Selama Sidang


Dalam sidang lanjutan yang digelar akhir Januari 2026, Ammar terlihat membawa serta tasbih kecil yang selalu ada di tangannya sepanjang jalannya persidangan. Tasbih ini tampak ia gunakan untuk berdzikir dan menenangkan diri sambil duduk di kursi terdakwa selama proses pemeriksaan saksi lanjutan.

Momen ini kemudian dibagikan oleh sejumlah media sebagai simbol Ammar mencoba menjaga ketenangan batin dan religiusitasnya di tengah tekanan menghadapi kasus hukum yang berat

🀲 Curhat Soal Keterbatasan Bertemu Keluarga


Selain itu, Ammar juga beberapa kali menyampaikan kesulitannya untuk bertemu keluarga secara leluasa selama proses hukum berjalan. Sebelumnya, persidangan sempat dilakukan secara daring dari Lapas Nusakambangan, sehingga Ammar merasa terbatas dalam berkomunikasi langsung dengan kuasa hukum, keluarga, dan tim pendukungnya.

Ammar pernah memohon agar sidangnya dapat digelar secara offline agar ia bisa berkomunikasi bebas dengan tim hukumnya dan menyampaikan pembelaannya secara langsung kepada majelis hakim. Ia juga menyatakan kerinduannya akan pertemuan langsung dengan keluarga.

Mulai dari pertemuan singkat dengan anak dokter yang membesuknya sebelum sidang hingga momen haru tatkala Ammar digambarkan ingin bertemu keluarganya dalam ruang sidang menjadi sorotan.

πŸ’” Harapan dan Rasa Rindu pada Anak


Selain itu, Ammar juga terlihat sangat rindu akan anak-anaknya. Dalam beberapa kesempatan di persidangan, ia sempat menangis saat menceritakan beratnya berada jauh dari keluarganya dan berharap bisa segera bertemu mereka

Ia bahkan sempat meminta adik-adiknya untuk menjaga dan menemui anak-anaknya selama ia masih menjalani proses hukum, sambil memberikan pesan penuh emosi kepada keluarganya

πŸ“ Kronologi Kasus yang Menjerat Ammar Zoni


Kasus ini bermula dari dugaan keterlibatan Ammar dalam peredaran narkotika jenis sabu dan tembakau sintetis di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat — yang kemudian berkembang menjadi dakwaan serius oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam persidangan, Am mar bersama beberapa terdakwa lainnya menghadapi pasal yang mengatur tentang pemufakatan jahat serta peredaran narkotika golongan I, yang ancaman hukumannya cukup berat.

πŸ“Œ Keinginan Sidang Offline yang Belum Terpenuhi


Meski Ammar sempat menjalani sebagian persidangan secara daring, ia secara terbuka pernah menyampaikan keinginan agar sidangnya digelar secara offline agar ia dapat menghadapi proses hukum secara langsung, serta bertemu lebih leluasa dengan tim hukum dan keluarganya

Hal ini menunjukkan bahwa Ammar ingin terlibat aktif dalam pembelaannya dan merasakan keadilan yang lebih utuh selama persidangan berlangsung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar