Diding Boneng menjelaskan bahwa rumah yang ambruk ini awalnya adalah milik kakeknya.
BERITA,NESIA
Jakarta - Musibah rumah roboh yang dialami aktor Diding Boneng menyisakan cerita menegangkan, terutama bagi putranya yang berada di dalam rumah saat kejadian. Walhasil, untuk sementara waktu Diding harus mengungsi ke kantor Sekretariat RW untuk sementara waktu.
"Saat ini saya di-kos-in sama Pak RW di kantor RW, sekretariat RW di depan itu. Sama anak saya yang laki-laki,” aku Diding Boneng saat ditemui di kediamannya, Kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Faktor usia bangunan yang sudah sangat tua menjadi alasan utama mengapa rumah tersebut tidak lagi mampu menopang beban. Diding mengakui kelalaiannya dalam memelihara bangunan lama yang seharusnya sudah mendapatkan renovasi besar-besaran.
"Yang saya tahu hujan, tapi pada saat itu hujannya sudah gerimis. Hujan itu Maghrib, ini kira-kira jam 9 malam. Jadi hujan sudah nggak ada. Ini rumah kan memang lapuk sudah lama dan tidak pernah di-upgrade. Nah mungkin ya ini titik akhirnya dari kelapukan itu, sayanya yang salah, kenapa saya terlalu santai. Beneran, saya akui saya salah,” aku Diding.
Kondisi Rumah Diding Boneng
Kerusakan total terlihat jelas pada bagian tengah hingga area belakang rumah yang kondisinya paling memprihatinkan. Sementara itu, bagian depan rumah masih tampak lebih baik karena sering disentuh dengan perbaikan-perbaikan ringan.
"Yang parah tengah ke belakang. Nggak tahu ini (depan) bisa lebih tahan karena ini hampir sering di-utik-utik sih gitu, bagian depannya ya Bang. Kalau di tengah ke belakang kan kita aman saja gitu,” ungkapnya.
Rumah yang Dibangun Kakek
Bagi Diding, bangunan tersebut memiliki nilai historis yang sudah ada sejak ayahnya masih muda. Ia memaparkan bahwa kakeknyalah yang pertama kali membangun fondasi rumah tersebut pada masa lampau.
"Saya lahir di sini, di rumah ini, dan tua-an rumah ini sama saya. Jadi wajarlah kalau buat saya dia jatuh. Ini lebih dari mungkin 100 tahun ada ini rumah. Karena saya 75 tahun sekarang. Ini rumah sudah ada, saya melek tuh sudah ada. Jadi zaman bapak saya muda atau apa, ini sudah dibangun. Rumah kakek, terus ke orang tua, turun-turun sampai ke saya. Ini Kakek yang bangun awalnya,” urainya.
Soal Bantuan untung Diding Boneng
Terkait adanya bantuan yang sudah ada, Diding memilih untuk tidak berurusan langsung dengan hal tersebut. Ia memercayakan urusan bantuan kepada saudaranya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Saya yakin bantuan sudah ada, tapi saya nggak terima. Maksudnya urusan itu bukan urusan saya. Jadi saya nggak tahu kalaupun ada apa barangnya, apa, saya nggak tahu. Itu urusan adik saya. Jadi kalau ada tamu-tamu yang berurusan sama hal-hal bantuan, ya sudah saya serahkan ke adik saya. Saya nggak mau tahu,” pungkas Diding Boneng.
🏚️ Rumah Diding Boneng Ambruk Akibat Hujan Deras
Aktor senior Diding Boneng mengalami kejadian menegangkan setelah rumahnya yang berada di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, ambruk total pada Minggu malam, 28 Desember 2025. Bangunan tersebut diketahui sudah berusia lebih dari satu abad dan merupakan rumah warisan keluarga yang telah ditempati sejak generasi kakeknya.
Diding menceritakan bahwa saat kejadian ia tidak berada di rumah, tetapi mengetahui musibah ketika pulang dan melihat adik-adiknya sudah menangis di lokasi. Ia mengaku bingung dan syok saat menyaksikan struktur rumah yang penuh kenangan itu runtuh.
🧱 Usia Bangunan & Faktor Penyebab
Menurut Diding, rumah yang ambruk tersebut memang sudah sangat tua dan lapuk, sehingga tak lagi mampu menopang struktur bangunan secara aman — apalagi setelah hujan deras yang turun beberapa waktu sebelumnya. Ia bahkan mengakui kelalaiannya dalam merawat dan merenovasi rumah tua tersebut, yang menjadi bagian besar dari sejarah hidup keluarganya.
Rumah ini dibangun oleh kakek Diding dan telah menjadi tempat tinggal turun-temurun, memiliki nilai historis yang sangat dalam. Sekarang, bangunan itu hancur terutama di bagian tengah hingga belakang — meskipun bagian depan yang sering diperbaiki terlihat masih relatif utuh
🏡 Pengungsian di Kantor RW
Karena kondisi rumah yang sangat berbahaya dan struktur bangunannya masih mengeluarkan suara retakan yang mengkhawatirkan, Ketua RW setempat menyarankan Diding dan keluarganya untuk mengungsi sementara
Diding kemudian menetap sementara di kantor Sekretariat RW, bersama anak laki-lakinya, untuk menghindari risiko tinggal di rumah yang hampir roboh. Ketua RT juga segera membuat laporan resmi kepada instansi terkait seperti Kelurahan, Dinas Sosial, PMI, dan Baznas, agar bantuan bisa segera datang untuk meringankan dampak musibah ini
Warga setempat juga gotong-royong membantu evakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan, seperti pakaian dan perabotan yang tersisa dari reruntuhan. Bantuan kebutuhan dasar seperti makanan dan alat tidur dilaporkan mulai mengalir melalui pihak RT/RW dan dinas sosial setempat.
👨👩👦 Reaksi Keluarga
Anak Diding, Wira, turut mengungkap detik-detik awal ambruknya rumah. Ia bercerita bahwa sebelumnya beberapa bagian kayu rumah mulai rontok meski terlihat biasa saja, sampai akhirnya runtuhan besar terjadi setelah ia mendengar suara retakan yang lebih keras. Untungnya, ia sempat lari keluar sebelum bagian rumah di sekitarnya ambruk sepenuhnya.
Diding sendiri terlihat pasrah menerima kenyataan ini. Ia menyatakan bahwa segala urusan bantuan kini dipercayakan kepada adik-adiknya, sementara ia fokus memastikan keselamatan keluarga serta proses evakuasi dan pemulihan pascainsiden.
📌 Inti Kejadian
✔️ Rumah aktor senior Diding Boneng di Matraman Dalam roboh pada 28 Desember 2025, diduga akibat hujan deras dan usia bangunan yang sudah sangat tua.
Bangunan itu adalah rumah warisan keluarga berusia lebih dari 100 tahun yang telah ditempati sejak kakeknya.
✔️ Karena kondisi rumah yang tidak aman, Diding beserta anaknya mengungsi sementara ke Sekretariat RW setempat atas rekomendasi Ketua RW.
✔️ Bantuan kebutuhan dasar mulai dialirkan oleh RT/RW dan instansi terkait, sementara evakuasi barang masih dilakukan warga.
Kesimpulan: Musibah rumah ambruk ini menjadi cobaan berat bagi Diding Boneng dan keluarga, terutama karena bangunan itu menyimpan banyak kenangan sejarah. Meski demikian, mereka kini mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar untuk menghadapi masa pemulihan pascainsiden ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar