Jumat, 12 Desember 2025

Iconic Tourist Manggung di Ultah Ke-25 IDC Indonesia, Dipuji Ivan Slank Hingga Thomas Ramdhan

 


Iconic Tourist manggung dalam perayaan ultah ke-25 IDC Indonesia, di Jakarta, Jumat (12/12/2025). Performa mereka dipuji Ivan Slank hingga Thomas Ramdhan.

BERITA,NESIA         

Jakarta - Iconic Tourist yang dimotori Jova Rangkuti (vokal serta gitar), Reno Rendragraha (drum), Ananda Viguno (gitaris), dan Tyo Priohutomo (basis) manggung dalam perayaan ulang tahun ke-25 IDC Indonesia, di Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2025).

Penampilan band ini disanjung sejumlah musisi papan atas Tanah Air seperti Ivan Slank, Bongki, dan Thomas Ramdhan. Iconic Tourist membawakan sejumlah lagu dari album debut mereka yakni If There Were A Band At The Opera.

Iconic Tourist dikenal lewat sejumlah lagu berbahasa Inggris antara lain, “Give It To Me,” “Dangerous Circle,” “Bad Wiring,” serta “The Jealous Are Restless.” Jova Rangkuti merasa terhormat ketika Iconic Tourist dipercaya manggung.

“Kami tampil dengan formasi lengkap dan panggung yang begitu istimewa disiapkan penyelenggara. Ini menjadi momentum kami untuk terus berekspresi dengan karya-karya terbaru dan terbaik kami untuk Indonesia,” kata Jova Rangkuti. 

.

Tak Ada Pertimbangan Khusus

Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Sabtu (13/12/2025), Jova Rangkuti menjelaskan, lagu-lagu dengan lirik bahasa Inggris yang dibawakan Iconic Tourist bukan untuk gaya-gayaan. Ini dibuat sesuai konteks dan aspek kenyamanan.

“Tidak ada pertimbangan khusus dengan lirik lagu Barat yang kami mainkan. Ini lebih kenyamanan dalam menuangkan ekspresi dan karya kami. Lirik kami banyak berisikan kritik sosial dalam menuangkan isi hati dan perasaan,” ia menyambung.

Disanjung Ivan Slank

Apresiasi dari para musisi senior pun mengalir. Ivan Slank menilai Iconic Tourist memainkan musik dengan rasa yang mereka miliki sendiri. Dengan demikian, lirik berbahasa Inggris semestinya tak menjadi masalah bagi audiens.

“Karena sekarang semua orang paham dan tidak asing lagi dengan lirik-lirik barat. Dan era sekarang mudah untuk mendengarnya melalui media yang ada. Menurut gue, terus lanjutkan genre musik kalian dengan lirik ini,” Ivan Slank mengapresiasi.

Berkelas dan Keren

Sementara itu, Bongki menilai, Iconic Tourist sebagai band punya karakter kuat. Thomas Ramdhan membenarkan. “Kita lihat tadi penamplan Jova dan teman-teman saat tampil di stage. Ini luar biasa. Gue rasa ini band berkelas dan keren,” ujarnya.

Sebagai informasi, Internetindo Data Centra (IDC) Indonesia merayakan ulang tahun ke-25 dengan konsep “IDC Indonesia 25 Years: The Musical.” Dalam kesempatan itu, Jova Rangkuti diperkenalkan secara resmi sebagai bagian dari manajemen IDC Indonesia.

Kehadirannya merepresentasikan integrasi antara kreativitas, kepemimpinan generasi baru, pemahaman mendalam terhadap dinamika teknologi serta budaya digital. Ia diharapkan lebih kreatif, adaptif, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

🎉 IDC Indonesia 25 Years: The Musical — Perayaan Sepanjang Seperempat Abad

Perayaan ulang tahun ke-25 IDC Indonesia (Internetindo Data Centra Indonesia) digelar pada Jumat malam, 12 Desember 2025 di Gedung Tribrata, Darmawangsa, Jakarta Selatan, dengan konsep hiburan musik modern bertajuk IDC Indonesia 25 Years: The Musical. Acara ini menandai sejarah 25 tahun kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem internet di Indonesia — yang dibalut dengan show musik, koreografi, tata cahaya, dan visual panggung spektakuler.

CEO IDC Indonesia, Sri Handayani Rangkuti (Aie), mengatakan pendekatan hiburan penuh sengaja dipilih, agar suasana perayaan terasa hangat, santai, dan penuh kebersamaan — bukan sekadar formalitas biasa.

🎤 Penampilan Iconic Tourist: Sorotan Utama Malam Itu

Panggung megah perayaan ini menjadi momentum spesial bagi band rock alternatif Jakarta, Iconic Tourist — yang tampil dengan beberapa lagu dari album debut mereka If There Were A Band At The Opera. Lagu-lagu yang dibawakan termasuk Give It To Me, Dangerous Circle, Whispers, No One is Going to Know the Difference, dan Too Tired.

Penampilan Iconic Tourist bukan sekadar konser biasa — ini adalah panggung perdana besar bagi band tersebut di acara besar nasional, sekaligus momen ketika vokalis utama, Jova Quincy Rangkuti, diperkenalkan secara resmi sebagai bagian dari manajemen IDC Indonesia. Hal ini memperkuat simbol regenerasi dan sinergi antara musik kreatif dan budaya digital modern.

🌟 Pujian dari Musisi Senior: Ivan Slank hingga Thomas Ramdhan

Penampilan Iconic Tourist mendapat apresiasi tinggi dari musisi senior Indonesia, termasuk:

Ivan Slank (dari grup Slank) menyatakan dukungannya terhadap musik dan gaya mereka — termasuk keputusan band menggunakan lirik berbahasa Inggris, yang menurutnya tidak menjadi halangan di era digital di mana akses dan pemahaman terhadap musik internasional makin mudah dijangkau

Thomas Ramdhan (GIGI Band) juga memberikan pujian atas kualitas dan keunikan karya Iconic Tourist, memandangnya sebagai band baru yang menunjukkan karakter kuat yang layak diperhitungkan dalam lanskap musik Indonesia

Bongky BIP turut menyebut bahwa band ini mampu tampil sebagai pembeda di tengah banyaknya musik modern saat ini, karena mereka tampil dengan ciri khas tersendiri.

 Pujian dari nama-nama besar ini memperkuat posisi Iconic Tourist sebagai salah satu band pendatang yang menjanjikan di industri musik Indonesia

🎶 Menyatukan Musik & Teknologi

Menurut pendiri IDC Indonesia, Johar Alam Rangkuti, perayaan ini bukan hanya sekadar mengenang masa lalu — tetapi juga menjadi titik untuk membuka ruang kreatif bagi generasi berikutnya. Penampilan Iconic Tourist menjadi simbol bagaimana musik dan budaya digital bisa bersinergi untuk masa depan yang lebih relevan dan inovatif.

📌 Inti Momen & Dampaknya

Panggung besar untuk band baru: Iconic Tourist tampil penuh di acara besar nasional dan meski masih pendatang baru, mereka menuai pujian dari musisi senior.

Dukungan lintas generasi: Pujian dari ikon musik seperti Ivan Slank dan Thomas Ramdhan menunjukkan bahwa karya band ini diakui lintas generasi musisi.

Musik sebagai medium kreatif & inspiratif: Penampilan ini menunjukkan betapa musik bisa menjadi jembatan ekspresi generasi baru dalam rangka merayakan sejarah dan masa depan teknologi Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar