Jumat, 19 Desember 2025

Ahmad Dhani Ungkap Alasan Adopsi Bayi, Ungkap Rencana Asuh Anak dari Gaza

 

Ahmad Dhani mengungkap alasan mengapa ia ingin kembali mengangkat anak.

BERITA,NESIA         

Jakarta - Musisi Ahmad Dhani sempat menjadi sorotan atas keputusan mengadopsi anak. Saat dikonfirmasi, pentolan Band Dewa 19 itu membenarkan bahwa dirinya baru saja menambah anggota keluarga baru melalui jalur adopsi dari sebuah yayasan sosial.


Keputusan mengasuh anak yatim piatu ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat Dhani memang dikenal sebagai figur ayah yang sangat menyayangi anak-anak kecil. Suami dari Mulan Jameela ini merasa bahwa kehadiran anggota keluarga baru akan memberikan suasana yang jauh lebih hangat.


"Sudah, baru satu anak. Saya tidak tahu orang tuanya, karena memang adopsi dari panti asuhan," kata Ahmad Dhani ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).


"Ceritanya kita pengen mengadopsi anak sebagai ganti Al, El, Dul yang sudah gede-gede ya kan. Jadilah sudah adopsi satu anak," pria berusia 53 tahun menambahkan.


Namun langkah Ahmad Dhani mengasuh seorang anak tidak akan berhenti hanya pada satu anak dari panti asuhan lokal saja. Dhani rupanya memiliki ambisi yang jauh lebih besar dan menyentuh sisi kemanusiaan lintas negara.


"Rencananya mau adopsi anak dari Gaza," ungkapnya.

Keyakinan Ahmad Dhani soal Mengasuh Anak Yatim

Keinginan tersebut didasari oleh keyakinan pribadinya yang sangat kuat mengenai kewajiban seorang kepala keluarga dalam menjalankan prinsip spiritual yang ia anut. Bagi Dhani, mengasuh anak yatim adalah amalan mulia yang memiliki landasan religi yang cukup mendalam.


"Kan memang dalam perintah agama kan harus ada anak yatim dalam sebuah keluarga kan," jelasnya.

Sudah Dikomunikasikan

Sebelum mewujudkan niat mulia mengadopsi anak, Dhani memastikan bahwa komunikasi di dalam internal keluarganya tetap terjaga dengan harmonis. Ia mengaku telah meminta meminta pendapat dari ketiga putranya tentang keinginannya itu.


"Sudah (ngobrol), kebetulan anak-anak senang anak kecil. Ya kriterianya ya pokoknya ganteng atau cantik," pungkas Ahmad Dhani.

Tentang Anak Angkat Ahmad Dhani

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga Ahmad Dhani mengangkat sesosok bayi mungil berjenis kelamin perempuan bernama Siti Aminah. Proses adopsi ini terungkap setelah Mulan Jameela sering membagikan momen kebersamaan dengan bayi yang kerap disapa 'Mbul' ini di media sosial, memicu rasa penasaran publik. Adopsi ini sebenarnya telah berlangsung sejak Juli 2025, tapi baru diumumkan Desember ini. 


Diungkap pula alasan acara ini digelar di Solo, berkaitan dengan asal usul bayi Siti Aminah..

📰 Ahmad Dhani Ungkap Alasan Adopsi Bayi


Musisi Ahmad Dhani, pentolan band Dewa 19 yang juga dikenal aktif di dunia politik dan keluarga, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap alasan di balik keputusan mengadopsi seorang bayi dan rencana jangka panjangnya terkait pengasuhan anak.

Dhani memperjelas bahwa adopsi tersebut bukan sekadar formalitas atau tren, tetapi dilatarbelakangi oleh prinsip spiritual dan nilai keluarga yang ia pegang. Ia merasa bahwa membawa anak yatim piatu ke dalam keluarga adalah amalan yang mulia dan bisa membawa kebahagiaan serta suasana hangat dalam keluarga besar mereka.

“Sudah, baru satu anak. Saya tidak tahu orang tuanya, karena memang adopsi dari panti asuhan,” ujar Dhani ketika ditemui media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ia juga menyebutkan bahwa adopsi ini dilakukan untuk menggantikan peran anak-anaknya yang kini sudah besar, sehingga kehidupan rumah tangga tetap penuh canda dan keceriaan, terutama setelah Al, El, dan Dul mulai fokus dengan kehidupan mereka masing-masing.

👶 Profil Anak Angkat & Proses Adopsi


Anak yang diadopsi oleh Ahmad Dhani dan istrinya Mulan Jameela adalah seorang bayi perempuan yang diberi nama Siti Aminah. Proses adopsi ini sesungguhnya telah berlangsung sejak Juli 2025, namun baru diumumkan secara resmi pada Desember 2025.

Adopsi ini dilakukan melalui sebuah panti asuhan setempat, dan keluarga kemudian menggelar acara pengajian serta gunting rambut si kecil di Solo — tempat asal bayi tersebut — sebagai bentuk syukur sekaligus pengenalan kepada keluarga besar.

🌍 Rencana Adopsi Anak dari Gaza: Motif Kemanusiaan


Lebih jauh lagi, Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa rencana pengasuhan tidak hanya berhenti pada satu anak saja. Ia memiliki **ambisi besar untuk mengadopsi juga seorang anak dari Gaza, wilayah yang selama ini sering mengalami konflik dan krisis kemanusiaan.

Keinginan ini didasari oleh rasa empati serta prinsip religiusnya yang kuat. Bagi Dhani, mengasuh anak yatim — terutama yang berasal dari kondisi sulit seperti Gaza — bukan hanya sekadar tindakan sosial, tetapi juga kewajiban spiritual yang dia yakini akan membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.

.Ia menyatakan bahwa hal ini sudah dibicarakan dengan keluarganya, termasuk dengan anak-anaknya sendiri, yang menurutnya menanggapi positif gagasan tersebut.

💬 Nilai & Prinsip di Balik Keputusan


Menurut Dhani, keputusan mengadopsi anak datang dari keyakinan bahwa setiap keluarga besar seharusnya merangkul dan menjaga anak yatim, bukan hanya anak kandung sendiri. Ia juga yakin bahwa kehadiran anak yang diadopsi akan memperkaya dinamika keluarga dengan cara yang penuh makna

Dhani berkata bahwa sudah mengomunikasikan niat ini kepada ketiga putranya, yang semuanya merespons dengan antusias, sehingga proses keluarga tetap kebersamaan dan dukungan satu sama lain.

📌 Inti Pernyataan Ahmad Dhani


✔️ Ahmad Dhani dan Mulan Jameela telah mengadopsi seorang bayi perempuan bernama Siti Aminah sebagai bagian dari keluarga mereka.

✔️ Keputusan ini dilatarbelakangi oleh prinsip spiritual dan keinginan membawa kebahagiaan dalam keluarga, terutama setelah anak-anak mereka besar

✔️ Dhani juga berencana mengadopsi anak dari Gaza, menunjukkan sisi kemanusiaan lintas negara dalam pandangannya terhadap keluarga dan tanggung jawab sosial.

✔️ Ia menyatakan niat tersebut telah dibicarakan dan disetujui dalam keluarga.

📌 Kesimpulan


Langkah Ahmad Dhani dalam mengadopsi bayi dan rencana untuk mengasuh anak dari Gaza mencerminkan konvergensi nilai keluarga, spiritual, dan kemanusiaan di dalam keputusan tersebut. Ini bukan sekadar tren atau bentuk publikasi diri, tetapi semata-mata perwujudan keyakinan pribadi bahwa setiap anak — terutama yang berasal dari situasi sulit — berhak mendapatkan kasih sayang dan kehidupan keluarga yang penuh perhatian.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar