25 Tahun Derby Romero Berkarya, Ingat Momen Hari Ini Rekam Lagu Gelora Asmara Besok Ujian Nasional
BERITA,NESIA
Jakarta - Tahun ini, genap 25 tahun Derby Romero berkarya jika dihitung dari sejak debut sebagai Saddam dalam film box office Petualangan Sherina yang dirilis pada 2000. Kini, sang aktor melepas film baru, Wasiat Warisan karya sineas Agustinus Sitorus.
Saat mempromosikan Wasiat Warisan yang tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025, Derby Romero mengingat momen berkarier seperempat abad. Fase paling krusial, saat ia lulus SD, memasuki masa pubertas, yakni SMP dan SMA.
“Karena memang di saat puber itu, aku lagi setop di dunia entertainment. Dulu, masuk SMP dan SMA itu aku enggak boleh syuting sama orang tua. Aku disuruh fokus sekolah,” kata Derby Romeo yang memerankan Togar dalam film Wasiat Warisan.
Selama “cuti” dari dunia seni, ada kalanya Derby Romero kangen akting lalu memohon kepada orang tua agar diizinkan mengambil proyek FTV yang durasi syutingnya tidak lama. Sekadar obat kangen tampil di depan kamera membawakan naskah.
Era Jadi Atlet
Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Derby Romero mengaku selama SMP dan SMA fokusnya hanya belajar seraya menajamkan bakat di bidang olahraga. Bahkan, ia jadi atlet.
“SMP mulai bela diri dan basket. SMA itu aku menekuni bela diri, basket, dan ikut Pelatnas anggar. Janjinya adalah begitu lulus SMA aku boleh langsung kembali ke entertain,” aktor kelahiran Jakarta, 8 Juni 1990, mengenang.
Kembali dengan Gelora Asmara dan Kepompong
Lulus SMA, Derby Romero comeback. Comeback-nya pun tak main-main, yakni merilis lagu “Gelora Asmara” yang sukses besar lalu membintangi sinetron Kepompong. Sinetron ini tayang di SCTV dengan rating dan share menjulang.
“Aku ingat banget, saat kembali fokus ke dunia hiburan, mengeluarkan album Gelora Asmara dan sinetron Kepompong. Itu hit semua. Itu lucunya, saya rekaman lagu ‘Gelora Asmara’ H-1 sebelum Ujian Nasional,” kenangnya.
Tak Ada Istilah Pensiun
“Aku ingat banget, karena mengejar jadwal, supaya begitu lulus, ‘Gelora Asmara’ langsung bisa dirilis. Sudah ada timeline-nya termasuk tur promosi dan lain-lain. Jadi aku rekaman, besoknya (menempuh) Ujian Nasional,” Derby Romero mengakhiri.
Kini, ia berharap film Wasiat Warisan disambut hangat publik. Bagi Derby Romero tak ada istilah pensiun untuk seniman. Sembari mempromosikan Wasiat Warisan, Derby Romero syuting film dengan karakter yang sudah lama ia idamkan.
🎉 25 Tahun Berkarya: Dari Film ke Musik
Tahun 2025 menandai genap 25 tahun Derby Romero berkarya — dihitung sejak debut aktingnya di film legendaris Petualangan Sherina tahun 2000.
Kini, Derby tampil di film baru Wasiat Warisan, yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 4 Desember 2025.
Meski begitu, perjalanan kariernya tak selalu mulus — Derby sempat vakum dari dunia hiburan pada masa SMP–SMA untuk fokus sekolah dan menekuni olahraga: bela diri, basket, dan bahkan masuk pelatnas anggar.
Setelah lulus SMA, Derby comeback ke dunia seni — dan hasil comeback-nya termasuk lagu “Gelora Asmara” serta membintangi sinetron populer Kepompong.
🎵 “Gelora Asmara” — Rekaman di Tengah Ujian Nasional
Salah satu momen penting dalam kariernya: Derby mengungkap bahwa saat ia rekaman lagu “Gelora Asmara,” esok harinya dia menghadapi Ujian Nasional.
Ia bilang bahwa saat itu ada timeline ketat: “supaya begitu lulus, ‘Gelora Asmara’ langsung bisa dirilis.”
Setelah rilis, “Gelora Asmara” menjadi bagian dari identitas musikal Derby — dan tetap dikenal luas bahkan setelah bertahun-tahun.
🎬 Kini: Dari Musik ke Layar — Film “Wasiat Warisan”
Di film “Wasiat Warisan”, Derby memerankan karakter bernama Togar — bungsu dari tiga bersaudara pewaris hotel dari keluarga Batak.
Dalam wawancara, Derby menyebut bahwa proyek ini penting baginya karena menyentuh tema keluarga dan warisan — topik yang menurut dia sangat relevan dan personal.
Meski sudah berkarya sejak 2000, Derby menegaskan bahwa baginya tidak ada istilah pensiun: passion dan komitmen kepada seni tetap hidup
🧑🤝🧑 Warisan & Relevansi: Kenapa 25 Tahun Derby Penting
Perjalanan Derby menunjukkan transisi dari “bintang cilik/anak muda artis” menjadi sosok matang: dari film ke musik, rehat untuk pendidikan dan olahraga, lalu comeback — menggambarkan betapa panjang dan dinamis karier di dunia hiburan.
Lagu “Gelora Asmara” menjadi bagian dari nostalgia generasi, dan kenangan rekaman “malam sebelum UN” menunjukkan dedikasi dan kerja keras di balik hits — sesuatu yang bisa memberikan perspektif bahwa di balik kesuksesan ada perjuangan nyata.
Kehadiran “Wasiat Warisan” menunjukkan bahwa Derby terus ingin berkembang — tidak stagnan di satu formula. Baginya seni adalah perjalanan panjang, bukan sekadar masa jaya semata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar