23 Tahun Eksis, Dewi Perssik Sorot Artis Viral Lewat Jalur Instan: Zaman Digital Gampang Sekali Terkenal?
BERITA,NESIA
Jakarta - Pedangdut Dewi Perssik tetap eksis meski talenta-talenta muda terus bermunculan di panggung hiburan Tanah Air. Hingga kini perempuan yang akrab disapa Depe itu makin matang dan tetap dipercaya menjuri ajang pencarian bakat dengan rating menjulang.
Konsistensi Dewi Perssik selama dua dekade berkarya bukan hal mudah, mengingat persaingan di industri dangdut sangat ketat. Ia menekankan, kepercayaan yang diberikan merupakan anugerah sekaligus tanggung jawab untuk terus memberikan yang terbaik kepada publik.
Ya, senang, alhamdulillah dipercaya lagi oleh Indosiar untuk mengisi acara Indonesian Dangdut Awards. Di mana enggak semua artis bisa mendapat kepercayaan ini. Aku salah satu yang juga mendapatkan nominasi," ujar Dewi Perssik.
"Ya pokoknya intinya aku bersyukur dipercaya Indosiar, sudah 23 tahun berkarier masih dipercaya. Jadi bersyukur, alhamdulillah masih diperhatikan," katanya di Studio 5 Entek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (4/12/2025).
Ajarkan Arti Sebuah Karya
Dewi Perssik memiliki pandangan mengenai tantangan yang dihadapi generasi sekarang dibanding era dulu. Menurutnya, fasilitas dan kemudahan saat ini memudahkan mereka yang ingin berkecimpung di industri hiburan.
Namun, Dewi Perssik mengingatkan agar kemudahan tersebut tidak membuat para junior terlena. Jangan lupa menghasilkan karya berkualitas dan tahan lama. Ia menekankan pentingnya mentalitas untuk terus berkarya dan tidak cepat berpuas diri hanya karena penghargaan.
"Mengajarkan mereka arti sebuah karya. Jadi mereka dituntut untuk bisa berkarya, bisa menerima dan menghargai award buat diri sendiri dan juga award dari orang lain, itu penting. Jadi mereka tidak akan patah semangat," Dewi Perssik menyambung.
Sehat dan Ada Kemauan
Perbedaan antara zaman dulu dan era digital menjadi sorotan utama Depe kala menyoal popularitas. Jika dulu penyanyi harus berjuang mati-matian agar lagunya meledak di pasar, kini medsos membuka jalan lebar bagi siapa saja untuk menjadi terkenal.
"Modalnya mereka adalah sehat dan ada kemauan, keinginan gitu, jangan kendur. Kalau aku dulu kemauan ya harus dari diri sendiri karena aku pribadi kan kalau mau belajar ya autodidak. Enggak ada yang mengarahkan," tutur bintang sinetron Mimpi Manis.
Zaman Digital Gampang Terkenal?
Menurut Dewi Perssik, tantangan terbesar di era digital saat ini bukan lagi bagaimana jadi terkenal, tapi mempertahankan eksistensi ketika viralitas mulai pudar. Ia mengaku tak pernah berhenti belajar meski sudah puluhan tahun malang melintang di panggung hiburan.
"Jadi harus banyak-banyak bersyukur di zaman sekarang ini. Di zaman digital, gampang sekali untuk terkenal, gampang sekali selesainya. Jadi harus bisa mempertahankan supaya tetap eksis. Makanya jangan pernah gampang menyerah, terus harus diasah yang namanya belajar itu enggak pandang usia. Saya saja sampai saat ini masih belajar," pungkas Dewi Perssik.
🎤 Siapa Dewi Perssik — dan Apa Komentarnya Tahun Ini
Dewi Perssik memulai karier di dunia dangdut sejak awal 2000-an, dan telah 23 tahun tetap eksis di industri musik — dari panggung dangdut, rekaman, hingga kini dipercaya sebagai juri pada acara ajang bakat.
Di usia karier yang sudah terbilang panjang itu, ia mendapat banyak kepercayaan kembali untuk mengisi acara bergengsi — menunjukkan bahwa konsistensi dan reputasinya tetap dihargai.
Namun, saat berbicara tentang fenomena artis “naik daun” karena viralitas cepat di media sosial — Depe memberikan kritik dan refleksi: bahwa di era digital, menjadi terkenal kini bisa sangat instan — dan bisa juga lenyap instan.
📺 Kritik terhadap “Jalur Instan” di Era Digital
Dulu, penyanyi atau artis harus melewati proses panjang: latihan keras, tampil di panggung, rekaman, membangun nama dari nol — bukan sekadar mengandalkan “viral” di medsos.
Sekarang, kemudahan akses media sosial membuat siapa saja bisa tiba-tiba viral dan dianggap “artis” — tapi menurut Depe, itu tidak otomatis berarti punya kualitas, konsistensi, atau karya yang tahan lama.
Ia mengingatkan para generasi muda — terutama artis atau penyanyi baru — untuk tidak cepat berpuas diri hanya karena viral. Karya dan proses belajar harus tetap dijaga agar bisa bertahan, bukan hanya mengandalkan popularitas sesaat.
✅ Nasihat dan Pesan Dewi Perssik untuk Artis Muda
Dari pengalamannya, Depe menekankan:
Pentingnya mentalitas kerja keras dan ketekunan: menurutnya, pada awal karier ia belajar otodidak — tanpa “jalur instan”, tetapi dengan usaha dan pengorbanan.
Menghargai artinya sebuah karya — bukan sekadar mengejar popularitas atau sensasi. Bagi Dewi, karya adalah investasi jangka panjang: reputasi, skill, dan konsistensi lebih penting daripada viral semata.
Bahwa di zaman digital: “gampang sekali terkenal, gampang sekali selesai.” Artinya, popularitas bisa cepat didapat — dan juga cepat hilang. Karena itu artis muda perlu terus mengasah diri dan menjaga kualitas agar tetap survive.
🧭 Kenapa Pernyataan Ini Penting & Relevan Sekarang
Era media sosial dan platform digital telah mengubah dinamika industri hiburan — makin banyak “artis” baru lahir dari viral, konten pendek, atau sensasi. Tetapi seperti yang disampaikan Dewi Perssik, viral ≠ kualitas.
Pernyataan ini jadi semacam pengingat untuk publik dan kreator muda bahwa: ketenaran bukan ukuran akhir — kualitas karya, komitmen, dedikasi, dan profesionalisme tetap jadi fondasi yang menghantarkan karier panjang.
Bagi fans dan masyarakat umum: komentar Dewi bisa membantu lebih kritis dalam memandang fenomena “seleb instan”, dan menghargai artis/artis muda yang dibangun lewat proses, bukan sekadar hype atau algoritma.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar