Aji Darmaji menyimpan beberapa barang peninggalan Mpok Alpa yang memiliki nilai emosional tinggi baginya antara lain maskawin mukena dan Al-Qur'an.
Keluarga Mpok Alpa membereskan barang peninggalan setelah 40 hari kepergiannya.
Suami Mpok Alpa menyimpan barang berharga seperti mukena dan Al-Qur'an maskawin.
Beberapa peninggalan akan diwakafkan di musala keluarga untuk pahala jariyah.
BERITA,NESIA Jakarta Setelah 40 hari kepergian komedian Mpok Alpa, keluarga mulai membereskan barang-barang peninggalan almarhumah. Suami Mpok Alpa, Aji Darmaji, menyerahkan tugas tersebut kepada kakak iparnya karena belum sanggup melihat barang-barang milik istri.
Meski begitu, Aji Darmaji menyimpan beberapa barang yang memiliki nilai emosional tinggi baginya antara lain mukena dan Al-Qur'an yang merupakan maskawin pernikahan mereka.
"Ya lagi dibereskan sama si kakak. Itu kakak yang saya serahi, saya kurang paham ya. Kalau itu, paling ada barang almarhumah yang kakak mau pakai atau mau kenangan. Nanti ada yang disedekahkan," kata Aji Darmaji di Kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (25/9/2025).
"Itu maskawin saya. Maskawin, Al-Qur'an sama mukena. Itu saya simpan," Aji Darmaji menyambung lalu menyinggung daster bolong milik almarhumah.
Masih Saya Simpan
Ia juga menyimpan beberapa barang pribadi lain milik almarhumah yang penuh kenangan. Salah satunya daster bolong yang sempat viral dan menjadi ciri khas kesederhanaan Mpok Alpa.
"Masih saya simpan. Bahkan ada detik-detik terakhir almarhumah tuh kayak jaket, topi, mukena, terus foto berdua itu saya simpan. Saya simpnlah," Aji Darmaji menyambung.
Mukena Almarhumah
Beberapa peninggalan seperti mukena dan sajadah rencananya akan diwakafkan di musala milik keluarga. Tujuannya agar barang itu bisa terus membawa pahala jariyah bagi almarhumah.
"Nanti bisa digunakan di musala kita. Sama tamu-tamu yang mau salat, dia bisa gunakan mukena almarhum, sama sajadahnya, kayak gitu," beri tahu Aji Darmaji.
Kondisi di Sini Terbatas
Sementara itu, keluarga juga menggelar acara tahlilan dan doa bersama memperingati 40 hari kepergian Mpok Alpa. Acara kali ini dibuat lebih sederhana dibandingkan peringatan 7 hari. "Jadi memang kondisi di sini terbatas ya. Karena kita takut juga ganggu warga," ucap Aji Darmaji.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar